Senin, 01 Juni 2015

Seseorang Yang Baru?

Rasanya bukan hal yang biasa lagi bagi para pasangan yang sedang menjalani masa-masa indah mereka berdua. layaknya tak terpisahkan, habiskan waktu berdua seperti burung merpati simbol keabadian. berharap hubungan mereka juga abadi.

Tapi, saat hal baru tiba dalam ruang lingkup satu diantara mereka. entah pria atau wanitanya. mungkin itu mungkin hal yang biasa dan sering terjadi. namun, terkadang hal tersebut bisa menjadi masalah diantara keduanya. mungkin saja bisa membuat mereka melupakan tentang harapan mereka layaknya burung merpati.

Satu diantaranya mulai sibuk dengan hal baru yang baru saja dia temui. entah itu games untuk cowo, sebuah perkumpulan/komunitas, atau hanya perkumpulan sebatas hobby yang sama.
tetapi, terkadang hal itu membuat hubungan mereka menjadi renggang. satu diantaranya mulai memprioritaskan pasanganya untuk urutan yang kesekian.

Tidak ada lagi waktu yang dihabiskan berdua, tidak ada pemandangan yang indah untuk empat mata dalam satu rasa, bahkan bisa saja yang tadinya kita, menjadi " kamu ya kamu, aku ya aku".

Sakit, memang rasanya sakit.
bagi satu diantanya yang merasakan itu. tapi, saat kita ingin menyampaikan perasaan kita. apa jawaban yang kita terima? hanya sebuah kata," kamu tuh engga berhak buat ngatur hidup aku".

Begitukah signifikankah perubahan itu? hingga membuat satu diantaranya merasa kehilangan.
bukan kehilangan sebuah perasaan. terlebih sebuah sosok yang selalu ditunggu dan dinanti. kini menjadi harapan-harapan dalam sepi.

Mengerti akan satu sama lain memang penting. tapi, jika sampai melupakan caranya menghargai waktu keduanya, bukankah itu bisa menyakit salah satunya. bukan tidak mungkin, tapi tidak sedikit dari mereka yang akhirnya harus menutup buku mimpi-mimpi mereka hanya karena sebuah ketidak bisaan mereka dalam menanggapi sebuah perbedaan yang ditemui (sebut saja ego).

Intropeksi diri masing-masing, apa sudah tepat apa yang kita lakukan dan berikan. Jika belum, sudah sejauh mana kita berusaha untuk memperbaikinya. fase bosan selalu ada, jangan jadikan alasan untuk menyakiti. yakinkan dalam hati bahwa dia cuma satu.

Yakinlah.

Jumat, 22 Mei 2015

Pria Itu Kuat! Nyatanya?

Kebanyakan para kaum wanita menganggap bahwa pria itu kuat, ya harus kuat!
tapi, tidak semua persepsi "Pria Itu Kuat" benar. nyatanya? tidak sedikit dari mereka kaum pria yang masih atau memang lemah. tapi, bukan lemah dalam segi fisik tetapi lebih ke perasaan mereka.

Tidak sedikit pria yang terlihat sangat kuat bahkan memiliki tubuh yang kekar sekalipun, mereka masih suka dan sering sekali galau karena perasaan mereka. Pantaskah itu? ya jelas pantas-pantas saja.
kata siapa pria tidak boleh menangis karena galau? pria juga manusia. itulah jawaban yang tepat untuk menepis semua persepsi tentang pria itu tidak boleh menangis.

Karena bagaimana juga, pria adalah makhluk yang diciptakan sama layaknya wanita. hanya saja ada beberapa faktor yang dibedakan, karena pada dasarnya pria dan wanita diciptakan untuk saling mengenal dan berpasangan. bagaimana jika hanya diciptakan pria saja? ngeri sekali ya. haha.

 Mungkin salah satu dari kalian memiliki teman pria yang seperti, terlihat ' Kuat ' diluarnya. tapi, tanpa sengaja kita pernah melihat dia menangis karena habis putus dengan pasangannya.

Coba kalian para kaum wanita berfikir, bila kalian menganggap bahwa pria itu harus kuat! harus! dan dengan sengaja kalian menyakitinya, membuat mereka malu, bahkan menduakanya (untuk yang memiliki status berpacaran). apakah mereka tetap kuat? ya! mereka tetap kuat. didepan kalian. karena pria tidak akan menunjukan rasa sakitnya didepan kalian, mereka lebih menyimpannya sendiri, untuk mereka telan sendiri, mereka hancurkan sendiri rasa sakit itu.

Bahkan tak sedikit pula dari mereka yang sampai meneteskan air mata.

Jadi, tolonglah untuk kalian para kaum wanita. kami ini kuat, untuk menjaga dan melindungi kalian. percayalah! tetapi, untuk menjadi alasan rasa sakit perasaan kami, kami akan menjadi dua kali lebih lemah dari apa yang kalian tidak pernah bayangkan.