Rasanya bukan hal yang biasa lagi bagi para pasangan yang sedang menjalani masa-masa indah mereka berdua. layaknya tak terpisahkan, habiskan waktu berdua seperti burung merpati simbol keabadian. berharap hubungan mereka juga abadi.
Tapi, saat hal baru tiba dalam ruang lingkup satu diantara mereka. entah pria atau wanitanya. mungkin itu mungkin hal yang biasa dan sering terjadi. namun, terkadang hal tersebut bisa menjadi masalah diantara keduanya. mungkin saja bisa membuat mereka melupakan tentang harapan mereka layaknya burung merpati.
Satu diantaranya mulai sibuk dengan hal baru yang baru saja dia temui. entah itu games untuk cowo, sebuah perkumpulan/komunitas, atau hanya perkumpulan sebatas hobby yang sama.
tetapi, terkadang hal itu membuat hubungan mereka menjadi renggang. satu diantaranya mulai memprioritaskan pasanganya untuk urutan yang kesekian.
Tidak ada lagi waktu yang dihabiskan berdua, tidak ada pemandangan yang indah untuk empat mata dalam satu rasa, bahkan bisa saja yang tadinya kita, menjadi " kamu ya kamu, aku ya aku".
Sakit, memang rasanya sakit.
bagi satu diantanya yang merasakan itu. tapi, saat kita ingin menyampaikan perasaan kita. apa jawaban yang kita terima? hanya sebuah kata," kamu tuh engga berhak buat ngatur hidup aku".
Begitukah signifikankah perubahan itu? hingga membuat satu diantaranya merasa kehilangan.
bukan kehilangan sebuah perasaan. terlebih sebuah sosok yang selalu ditunggu dan dinanti. kini menjadi harapan-harapan dalam sepi.
Mengerti akan satu sama lain memang penting. tapi, jika sampai melupakan caranya menghargai waktu keduanya, bukankah itu bisa menyakit salah satunya. bukan tidak mungkin, tapi tidak sedikit dari mereka yang akhirnya harus menutup buku mimpi-mimpi mereka hanya karena sebuah ketidak bisaan mereka dalam menanggapi sebuah perbedaan yang ditemui (sebut saja ego).
Intropeksi diri masing-masing, apa sudah tepat apa yang kita lakukan dan berikan. Jika belum, sudah sejauh mana kita berusaha untuk memperbaikinya. fase bosan selalu ada, jangan jadikan alasan untuk menyakiti. yakinkan dalam hati bahwa dia cuma satu.
Yakinlah.